YANG KEDUA, HARUS EKSKLUSIF…!!!
Saya seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai seorang
bankir, Saat ini saya sedang hamil anak kedua, senang sekali rasanya sekarang
saya berada di Jakarta, Kota dengan pusat informasi terlengkap di bidang
apapun, termasuk kehamilan. Meskipun saat ini informasi apapun sudah mudah
didapatkan samai ke pelosok negeri melalui internet.
Namun di Jakarta, aksesnya lebih luas, karena disini banyak
piliham Dokter maupun RS yang pro ASI eksklusif dan IMD.
Saya punya pengalaman waktu hamil anak pertama tahun 2007,
saat itu karena keterbatasan pengetahuan saya, anak pertama berakhir dengan
tambahan susu formula dan ASI pun hanya sampai usia 8 bulan saja.
Awalnya saya berniat memberikan ASI eksklusif kepada anak
pertama saya, dari beberapa buku kehamilan yang saya baca saat itu saya sudah
sedikit banyak tahu manfaat ASI, namun di daerah saya waktu itu belum ngetrend seperti saat ini untuk IMD
maupun ASI eksklusifnya. Kebetulan ASI saya juga tak kunjung keluar sampai hari
kedua. Ibu dan ibu mertua saya mulai cemas, karena khawatir cucu pertama mereka
kenapa-kenapa karena belum meminum apapun sejak lahir. Maklum, pengetahuan
orangtua kami sangat terbatas mengenai ASI eksklusif, sehingga tidak mengetahui
bahwa bayi masih memiliki cadangan makanan sampai beberapa hari. Namun akhirnya
setelah sekitar 12 jam ASI tidak kunjung keluar, saya tertular ikut cemas dan
akhirnya pasrah meminta suami membelikan sufor untuk si kakak.
Nasi memang sudah menjadi bubur, sesal kemudian tiada guna,
untuk itu kehamilan kedua ini saya bertekad akan memberikan ASI eksklusif untuk
si adik. Agar daya tahan tubuhnya lebih baik, karena sedih sekali melihat si
kakak yang rentan terkena deman, flu dan batuk saat perubahan cuaca. Ya mungkin
saja penyebabnya bukan semata-mata karena si kakak tidak mendapat ASI
eksklusif, namun sebagai bentuk ikhtiar seorang ibu yang kasih sayangnya
sepanjang jalan, untuk anak kedua saya bertekad, harus ASI eksklusif 6 bulan
dan ASI sampai dengan 2 tahun.
Karenanya semenjak menyadari kehamilan yang kedua ini, saya rajin
berkunjung ke dokter kandungan, meminum vitamin dan tak lupa meminum lactamil
awal kehamilan yang mengandung vitamin B6 dan jahe, sehingga perut tetap nyaman
dan mual muntah berkurang. Alhamdulillah sampai usia 16 minggu, saya belum
pernah ijin tidak masuk ke kantor karena morning
sickness. Selain itu kandungan FOS
menjadikan urusan kebelakang saya lancar, tidak khawatir sembelit yang biasanya
dating saat kehamilan maupun pasca melahirkan.
Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini, saya lebih
mantap berpuasa karena yakin kebutuhan gizi janin saya tercukupi dengan meminum
lactamil saat buka dan sahur. Dan Alhamdulillah,
sampai dengan puasa hari ke-9 masih kuat berpuasa, berat badan saya juga sudah
naik 1 kg. Terima kasih lactamil, bantu wujudkan cita-cita saya, ya… YANG
KEDUA, HARUS EKSKLUSIF,dan tentu saja yang ketiga dan seterusnya… J



