Wednesday, July 17, 2013

yang kedua, harus eksklusif



YANG KEDUA, HARUS EKSKLUSIF…!!!
Saya seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai seorang bankir, Saat ini saya sedang hamil anak kedua, senang sekali rasanya sekarang saya berada di Jakarta, Kota dengan pusat informasi terlengkap di bidang apapun, termasuk kehamilan. Meskipun saat ini informasi apapun sudah mudah didapatkan samai ke pelosok negeri melalui internet.
Namun di Jakarta, aksesnya lebih luas, karena disini banyak piliham Dokter maupun RS yang pro ASI eksklusif dan IMD.
Saya punya pengalaman waktu hamil anak pertama tahun 2007, saat itu karena keterbatasan pengetahuan saya, anak pertama berakhir dengan tambahan susu formula dan ASI pun hanya sampai usia 8 bulan saja.
Awalnya saya berniat memberikan ASI eksklusif kepada anak pertama saya, dari beberapa buku kehamilan yang saya baca saat itu saya sudah sedikit banyak tahu manfaat ASI, namun di daerah saya waktu itu belum ngetrend seperti saat ini untuk IMD maupun ASI eksklusifnya. Kebetulan ASI saya juga tak kunjung keluar sampai hari kedua. Ibu dan ibu mertua saya mulai cemas, karena khawatir cucu pertama mereka kenapa-kenapa karena belum meminum apapun sejak lahir. Maklum, pengetahuan orangtua kami sangat terbatas mengenai ASI eksklusif, sehingga tidak mengetahui bahwa bayi masih memiliki cadangan makanan sampai beberapa hari. Namun akhirnya setelah sekitar 12 jam ASI tidak kunjung keluar, saya tertular ikut cemas dan akhirnya pasrah meminta suami membelikan sufor untuk si kakak.
Nasi memang sudah menjadi bubur, sesal kemudian tiada guna, untuk itu kehamilan kedua ini saya bertekad akan memberikan ASI eksklusif untuk si adik. Agar daya tahan tubuhnya lebih baik, karena sedih sekali melihat si kakak yang rentan terkena deman, flu dan batuk saat perubahan cuaca. Ya mungkin saja penyebabnya bukan semata-mata karena si kakak tidak mendapat ASI eksklusif, namun sebagai bentuk ikhtiar seorang ibu yang kasih sayangnya sepanjang jalan, untuk anak kedua saya bertekad, harus ASI eksklusif 6 bulan dan ASI sampai dengan 2 tahun.
Karenanya semenjak menyadari  kehamilan yang kedua ini, saya rajin berkunjung ke dokter kandungan, meminum vitamin dan tak lupa meminum lactamil awal kehamilan yang mengandung vitamin B6 dan jahe, sehingga perut tetap nyaman dan mual muntah berkurang. Alhamdulillah sampai usia 16 minggu, saya belum pernah ijin tidak masuk ke kantor karena morning sickness.  Selain itu kandungan FOS menjadikan urusan kebelakang saya lancar, tidak khawatir sembelit yang biasanya dating saat kehamilan maupun pasca melahirkan.
Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini, saya lebih mantap berpuasa karena yakin kebutuhan gizi janin saya tercukupi dengan meminum lactamil saat buka dan sahur.  Dan Alhamdulillah, sampai dengan puasa hari ke-9 masih kuat berpuasa, berat badan saya juga sudah naik 1 kg. Terima kasih lactamil, bantu wujudkan cita-cita saya, ya… YANG KEDUA, HARUS EKSKLUSIF,dan tentu saja yang ketiga dan seterusnya… J

Monday, April 8, 2013

Melihat Borneo dari dekat

sekitar petengahan maret 2013, saya mendapat tugas dari kantor untuk melakukan kunjungan di salah satu cabang yang terletak di pulau Kalimantan. sebenarnya ini bukan kunjungan pertama saya ke pulau Borneo ini, sebelumnya saya pernah ditugaskan ke Balikpapan dan Samarinda.
namun, perjalanan kali ini lebih berkesan karena saya mendengar kota yang saya tuju "Sintang" merupakan salah satu Kota yang cukup menantang. Menantang disini karena penerbangan ke Kota Sintang dari Pontianak menggunakan pesawat ATR yang jadwalnya dapat dibatalkan tiba-tiba karena faktor cuaca.dan perjalanan darat menuju kesana  cukup lama, sekitar 10 jam dan penuh lubang dimana-mana.
mempersiapkan perjalanan, segera saya  memesan penerbangan ke Pontianak dan agak kecewa karena penerbangan Pontianak-Sintang untuk tanggal yang saya kehendaki sudah habis tak bersisa. Baiklaaah... kita mulai petualangan ke sintang 10 jam itu.... siapa takut? Pikiran saya langsung menghijau membayangkan hutan Kalimantan , zamrud Khatulistiwa.


Menyambut kedatangan kami di Borneo, sungai Kapuas membentang bagaikan ular raksasa di sepanjang daratan Kalimantan Barat.
sesampainya di Pontianak, (ini pertama kali saya ke Pontianak), ternyata kotanya cukup besar, sama sekali tidak seperti yang saya bayangkan. Meskipun agak tergelitik dengan arti kata Pontianak yang kata beberapa orang yang saya temui berasal dari kata "kuntilanak". masa siiih?

keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan ke Kota Sintang, bertolak dari Hotel Mercure yang terletak di jantung Kota Pontianak, menuju Sintang. sebelumnya kami sempatkan dulu mampir di monumen 0 derajat dan membeli langsap, semacam duku yang harganya Rp. 20 rb per 3 kg nya. agak menyesal juga sesampai di Jakarta kenapa tidak membeli langsap ini sebagai buah tangan dikantor.

dan... perjalanana menuju sintang pun berlanjut.......
Jalan berlubang di sana sini menjadikan petualangan lebih seru. namun keelokan sungai Kapuas di sebelah kanan jalan bagaikan sebuah oase ditengah gurun....., lumayan menyegarkan pandangan.

beberapa KM kemudian, kami melihat truk-truk yang parkir persis dipinggir sungai Kapuas, tidak terbayangkan bila sang sopir kurang hati-hati, bisa-bisa truk mereka tergelincir ke tebing Sungai Kapuas.
ternyata truk ini antri beli solar, sodara-sodara.... mereka rela memarkir kendaraan di medan yang sangat sulit, menunggu datangnya pasokan bahan bakar.



Kami beristirahat n melaksanakan ishoma, di satu2nya warung makan yang ditemui...hehe lebay.... rumah makan padang Roda Mas, di depan ada ibu-ibu yang menjajakan buah yang unik, namanya buah kranji... terutama bagi kami yang pertama kali kesini, buah ini cukup menarik...